TELADAN IMAN DARI ANDREAS

Teladan Iman Dari Andreas

Yohanes 1 : 35 – 45

Khotbah Minggu

Yuen Long, 20 Oktober 2019

Pelayan Firman: Pnt. Sestu Wigati

 

Sekilas tentang Andreas:

  1. Andreas dalam bahasa Yunani berarti jantan,lahir di Betsaida ,dekat Genesaret / Galilea ( Israel) pada abad 1.
  2. Bekerja sebagai penjala ikan di danau Galilea.
  3. Mati sebagai martir, di Patras – Yunani, disalib dengan bentuk X dan bentuk X ini diabadikan di bendera Nasional Skotlandia.

Sekilas sosok Andreas tidak dikenal atau kurang populer jika dibandingkan dengan murid – murid Yesus yang lain, seperti Yohanes, Petrus atau Yakobus. Jika Yohanes, Petrus atau Yakobus kita kenal sebagai pengkhotbah hebat, penulis ajaran Kristen dan orang – orang yang berdiri di garis depan sebagai pemimpin jemaat mula – mula.Maka dibandingkan dengan mereka, nama Andreas hampir – hampir dilupakan oleh orang percaya atau mungkin hanya dipandang dengan sebelah mata.Namun didalam kesederhanaan nya, Andreas bukanlah tokoh Alkitab yang biasa – biasa saja. Dibalik kesederhanaannya, ia merupakan teladan iman bagi orang percaya disegala zaman. Inilah teladan iman yang dapat kita pelajari dari Andreas :

1. Andreas selalu memiliki kerinduan yang dalam untuk bertemu dengan Yesus, sang Mesias.
Pada mulanya Andreas mencari sang mesias melalui agama Yahudi.Tentu saja, janji mengenai mesias telah diajarkan oleh Agama Yahudi pada waktu itu. Dari nenek moyang mereka ( Abraham) secara turun – temurun. Meskipun janji itu sering diajarkan di ibadah di Sinagoge, persekutuan doa dan pembacaan kitab – kitab Taurat. Dia tidak mengenal Yesus dan bertemu secara pribadi dengan sang mesias. Karena itulah Andreas terus mencari keberadaan sang Mesias. Pencarian Andreas sempat terhenti kepada Yohanes pembaptis, Ia terkesan pada ajaran Yohanes pembaptis yang hidup. Ia sempat menduga bahwa Yohanes pembaptis adalah sang mesias, sehingga ia mengabdi menjadi murid Yohanes. Namun dugaannnya salah, Yohanes pembaptis menyatakan bahwa dirinya bukan mesias, melainkan pembuka jalan akan kehadiran sang mesias.Mengetahui hal itu, Andreas tidak lantas kecewa. Ia tidak menyerah untuk mencari Mesias, karena ia rindu berjumpa dengan sang mesias itu. Oleh karena kerinduannya, pencariannya berujung pada pertemuannya dengan Yesus secara pribadi di dekat Yordan.

Kiranya kita memiliki kerinduan untuk selalu bertemu dengan Yesus secara pribadi, jangan hanya sebagai aktivitas atau rutinitas karena kita orang Kristen yang harus ke gereja di Hari Minggu. Kita yang telah menerima Anugerah untuk mengenal dan mendekat kepada Allah. Allah sendiri yang berinisiatif menjadi manusia untuk kita, Ia memperkenankan kita orang berdosa untuk berjumpa denganNya. Ia yang merendahkan diriNya agar kita percaya padaNya. Ia yang memulihkan hubungan kita dengan Allah. Yesus begitu mudah ditemui bagi orang – orang yang selalu merindukan Dia. Hanya perjumpaan dengan Yesus saja yang akan memberi kepuasan dalam hidup kita. Sebab, Yesus lah sumber segala sesuatu, didalam Dia lah tersedia yang kita butuhkan secara berlimpah – limpah.

2. Andreas mengambil keputusan untuk mengikuti Yesus dengan sungguh – sungguh.
Setelah Andreas bertemu dengan Yesus Sang Mesias, Andreas tidak ragu lagi untuk mengikuti Yesus. Tanpa menunda – nunda kesempatan itu, ia mengambil keputusan untuk menjadi murid Yesus. Ia meninggalkan pekerjaannya sebagai nelayan, kenyamanan hidupnya dipantai Galilea, keluarganya.Kehidupannya dimasa lalu ia tinggalkan untuk mengikuti Yesus dengan sungguh – sungguh. Semua itu dilakukannya karena ia telah mengambil keputusan untuk memberikan hidup secara total bagi Yesus.
Mengikuti Yesus merupakan sebuah keputusan untuk memberikan hidup secara total bagi Yesus. Memberikan hidup secara total berarti meninggalkan masa lalu dan menjalani kehidupan yang baru dengan Yesus. Seperti nenek moyang kita Abraham, ketika ia ber iman, ia telah mengambil keputusan untuk meninggalkan masa lalunya dan menjalani kehidupan yang baru bersama Tuhan. Ketika kita beriman atau percaya kepada Yesus, berarti kita siap untuk meninggalkan masa lalu dan menjalani kehidupan yang baru bersama Tuhan.

3. Andreas rindu agar orang lain juga mengenal Yesus.
Bukan hanya mengenal dan mengikuti Yesus secara pribadi,Andreas juga rindu supaya orang lain mengenal Yesus.Oleh sebab itu sejak perjumpaannya dengan Yesus, pertama kali yang dia lakukan adalah memberitakan tentang Mesias kepada saudaranya, Simon Petrus. Karena pemberitaannyalah, Petrus kemudian menjadi murid Yesus.Andreas sang tokoh yang tidak populer, sangat sederhana, dapat melakukan sesuatu yang penting dan sangat menentukan kehidupan Petrus. Andreas tidak mengkhotbahi Petrus, tetapi dia hanya mengatakan “kami telah menemukan Mesias” artinya aku telah bertemu dengan Mesias”.

Semua orang bisa menjadi seperti Andreas, bahkan orang yang sederhana sekalipun, yang tidak sepopuler Yohanes, Petrus atau Yakobus. Asal memiliki kemauan serta kerinduan pasti akan memiliki semangat untuk mengajak orang mengenal Yesus.

Andreas adalah teladan hidup bagi kita semua, seorang yang begitu sederhana dapat menjadi inspirasi dan teladan iman bagi setiap orang yang mengaku dan percaya bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan. Kehidupan Andreas memberikan pesan mendalam bagi kita untuk senantiasa berjumpa dengan Yesus, mengikutiNya dengan sungguh dan membagikan pengenalan kita tentang Yesus kepada banyak orang.