BERJALAN DIBELAKANG YESUS

Berjalan Di Belakang Yesus
Matius 4 : 18 – 22

Khotbah Minggu
Tgl 13 Oktober 2019

OLeh : Penatua Bu Sestu Wigati

 

Setelah Tuhan Yesus dibaptis dan dicobai oleh iblis di padang gurun , Ia tampil di Galilea memulai pelayanan-Nya. Tuhan Yesus mulai memberitakan Injil dengan memanggil semua orang supaya bertobat.

Sejak waktu itulah Tuhan Yesus memberitakan: ” Bertobatlah, karena Kerajaan Sorga sudah dekat (Matius 3: 17). Apakah artinya bertobat ? Bertobat adalah meninggalkan kehidupan yang lama ,dan berjalan mengikuti Tuhan Yesus.

“Mari, ikutlah Aku” kalimat singkat ajakan Tuhan Yesus telah mengubah hidup banyak orang. Dimulai dari ke 12 murid-Nya di Galilea, dan kemudian puluhan murid pada hari Pentakosta, serta 3000 orang percaya setelah Petrus berkhotbah,hingga sekarang ini sudah berapa juta orang percaya di seluruh dunia.Di Matius 4 : 19 – 20 tertulis :”Yesus berkata kepada mereka ,mari ikutlah Aku dan kamu akan ku jadikan penjala manusia .”Lalu ikutlah para murid – murid-Nya mengikuti Dia. Kata ” ikutlah” di ayat 19 dan ” mengikuti” di ayat 20 memiliki akar kata yang sama ,yaitu ” ikut”.Sebenarnya dalam bahasa asli Alkitab, kedua kata ini menggunakan kata yang berbeda . Di ayat 19 menggunakan kata “deute opisoo mou” yang berarti “marilah dibelakang-Ku atau berjalanlah dibelakang-Ku”. Sedangkan ayat 20 memakai kata “ekolouthesan” yang berarti ” mengikuti”. Jadi ajakan Yesus mari ikutlah Aku mempunyai arti yang bersifat khusus “Mari Ikutlah Dibelakang atau Mari Berjalan Dibelakang-Ku”. Ajakan Yesus kepada para murid-murid-Nya, menjadi ajakan bagi semua orang percaya disegala zaman. Yesus mau setiap orang percaya berjalan dibelakang Yesus.