BERJALAN DIBELAKANG YESUS

2. Berjalan dibelakang Yesus bukanlah tuntutan melainkan ajakan. Yesus tidak menuntut kita untuk berubah, melainkan mengajak kita untuk berubah. Mengikuti dibelakang Yesus merupakan kerelaan kita untuk mau diubahkan menjadi seperti Dia. Yesus tidak memaksa kita, Ia mau mengubah kita , jika kita mau berubah, itulah anugerah. Anugerah adalah sebuah pemberian bagi orang yang mau menerimanya. Anugerah yang diberikan Yesus adalah agar kita dapat hidup didalam kebenaran dan kekudusan,anugerah yang melayakkan dan menyempurnakan kehidupan kita dihadapan Allah.

Tentu kita masih ingat kisah bangsa Israel ketika menyeberangi sungai Yordan untuk memasuki tanah Kanaan. Bangsa Israel berjalan dibelakang tabut perjanjian yang dibawa oleh para imam didepan mereka. Ketika tabut perjanjian yang diangkat oleh para imam itu masuk sungai, maka sungai itu terbelah seperti peristiwa laut merah Musa. Setelah sungai itu terbelah dan tabut itu berjalan didepan bangsa Israel. Bangsa Israel diperintahkan oleh Yosua untuk mengikuti tabut perjanjian itu dari belakang. Kejadian itu merupakan anugerah,dimana ketika tabut perjanjian atau Tuhan sendiri yang menuntun bangsa Israel didepan, bangsa Israel dapat memasuki tanah yang dijanjikan Tuhan, yaitu tanah yang berlimpah dengan susu dan madu.

Memang berjalan dibelakang Yesus tidak mudah ,akan tetapi berjalan dibelakang-Nya merupakan kasih karunia.Ketika kita mau berjalan dibelakang Yesus,ada upah yang disediakan, ketika kita berjalan dibelakang Yesus, iman kita akan semakin diperkaya dan didewasakan. Oleh sebab itu jangan ragu untuk memilih berjalan dibelakang Yesus.