BERJALAN DIBELAKANG YESUS

3. Berjalan dibelakang Yesus adalah mengarahkan seluruh hidup kita kepadaNya. Konon ada seorang raja yang sangat bijaksana. Suatu kali raja ini didatangi oleh seorang rakyat yang meminta nasihat, agar ia bisa lepas dari pencobaan hidup. Lalu Raja ini memberi solusinya, Ia memerintahkan hambanya untuk mengambil cangkir yang diisi penuh dengan minyak. Kemudian cangkir itu diberikan kepada rakyat itu dengan perintah” kamu harus membawa cangkir berisi minyak ini dari ujung timur ke ujung barat kota, dan tidak boleh tumpah setetespun, jika sampai tumpah maka kepalamu ku penggal”. Takutlah rakyat ini ,dan melakukan apa perintah Raja. Dia membawa cangkir dengan hati – hati, perhatiannya hanya tertuju pada cangkir itu. Perjalanan semakin sukar ketika ia harus melewati jalan yang terjal dan berbatu,juga melewati jalan raya yang ramai dengan orang yang lalu lalang. Tidak lama kemudian ia bisa melewati tantangan dan sampai ke sudut kota.Kemudian rakyat ini kembali menghadap sang Raja dan bertanya apa maksudnya. Kemudian Raja itu tertawa dan bertanya “di perjalanan tadi kamu bertemu dengan orang – orang yang kamu kenal tidak?” Rakyat ini bingung dengan maksud Raja, akan tetapi ia menjawab, mungkin ia bertemu dengan orang yang dikenalnya, tetapi karena ia fokus kepada cangkir yang ia bawa,sehingga ia tidak sempat memperhatikan sekelilingnya. Raja itu berkata, sekarang kamu sudah bisa mengatasi pencobaanmu. Dengan memperhatikan cangkir ini, kamu tidak lagi memperhatikan pencobaan sekelilingmu.

Berjalan dibelakang Yesus, akan menghadapi banyak tantangan atau pencobaan di sekeliling kita, tetapi jika mengarahkan hidup, memusatkan hidup hanya pada Tuhan Yesus, kita pasti mampu menjalaninya. Memandang Yesus akan membuat kita tetap teguh dalam iman, kita akan mampu mengasihi sesama tanpa peduli apa yang mereka perbuat. Kita bisa mengampuni, merendahkan diri, menolong orang lain, membalas kejahatan dengan kebaikan. Hanya jika kita memandang Yesus dalam hidup kita.

Saat ini apakah kita mau menjadi seorang murid yang mau berjalan dibelakang Yesus.Jika mau kita senantiasa berjalan dibelakang Yesus didalam kehidupan ini, berarti kita siap untuk menyerahkan diri dengan segala akibatnya. Berjalan dibelakang-Nya adalah sebuah anugerah. Berjalan dibelakang-Nya akan membuat kita tetap teguh menghidupi iman kita. “Mari ikutlah Aku” panggilan Tuhan Yesus bagi semua, panggilan bagi orang – orang yang mau mengikuti Dia dengan sepenuh hati. Amin