HIDUP ADALAH SEBUAH PERJALANAN.

Khotbah Minggu, 10 Juli 2022

PF; Pdt. Dr. Selamet Yahya Hakim. 

 

Selamat pagi semuanya.

Mari kita buka alkitab , Roma 8 ; 28 . ” Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia , yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah”.

 

Jemaat yang di kasihi Tuhan, saya percaya kalian setuju dengan saya, apabila saya bahwa hidup ini adalah sebuah perjalanan. mungkin perjalanan kita beda-beda. Saya dalam waktu 10 hari ini berjalannya jauh. Dari hongkong saya terbang ke jakarta , kemudian ke jogja dan dari jogja transit ke jakarta dan ke manado. Di manado saya pergi ke Lemoh, amurang , maulit,kiawa, kawangkoan ,langowan,langowan atas. Lalu kemudian saya pergi ke bitung , dan ke kota manado. Dan akhirnya saya tiba di singapur. Jauh kan ?.

Kemudian dalam perjalanan itu pasti ada kisah. Suka maupun duka. Saya kisahnya suka, banyak sekali kisah sukanya . 2 perkara yang membuat saya deg-degan , yaitu;

  1. Hongkong ID tertinggal di hotel di amurang ( barang penting ).
  2. Menunggu Bagasi terlambat datang selama 2 jam lebih.  (sedangkan di dalam ada makanan basah).

Mau marah , mau sedih itulah kehidupan kan ?, itulah perjalanan. Ada suka dan ada duka. walaupun caranya berbeda-beda, kita merasakan yang namanya tertawa,menangis, yang namanya sakit hati itu ada dalam perjalanan. Jadi kalau boleh saya gambarkan , sebenarnya hidup kita itu seperti aliran sungai yang kecil-kecil, sebelah sana mengalir, sebelah sini mengalir. Dari ujung mengalir dan bertujuan pada satu tempat penampungan. Kalau kita berbicara hal demikian, maka saudara setuju, OK , perjalanan hidup saya berbeda-beda dengan kamu sekalian, tetapi tujuan perjalanan hidup saya yang sebenarnya untuk menyenangkan hati Tuhan. Kita boleh jalannya beda, kita boleh punya pengalaman hidup yang berbeda , tetapi saudara dan saya cuma punya satu jalan hidup . Jalan hidup untuk menyenangkan hati Tuhan, ada 4 perkara yang ingin saya sampaikan ; Harus di mulai dari ;

  1. Jalan Yang Tuhan berikan. (yoh 14 ; 6).

Akulah Jalan. Artinya saudara, kalau kita tidak melalui Yesus , kita tidak akan pernah menyenangkan Tuhan. Maka di sini firman ini mengajarkan kepada kita, bukan berapa hebat kau di dunia ,bukan ekonomimu berapa banyak , tetapi engkau berjalan dengan siapa ?. Kita tidak akan pernah mencapai tujuan akhir hidup, kalau kita tidak berjalan bersama dengan Tuhan. Karena Tuhan Yesus yang berkata : tidak ada seorangpun yang dapat datang kepada Bapa , kalau tidak melalui Aku. Ada banyak orang memilih jalannya masing-masing. Tetapi hari ini kata diingatkan, jalan hidup kita yang utama dan terutama apabila kita berjalan bersama dengan Tuhan Yesus. Makanya ada lagu anak sekolah minggu tidak boleh kita lupakan.

Jalan serta Yesus , Jalan sertaNya, setiap hari

Jalan serta Yesus , serta Yesus Slamanya. 

Jelas kan , Berjalan bersama dengan Yesus. Itu sebabnya saya sangat bersyukur nama saya Selamet, dulu selamet,sekarang selamet,nanti juga selamet,Kenapa ?,.  bukan karena namanya selamet, tetapi selamet berjalan bersama dengan Tuhan Yesus. Ada AMIN Saudara …..

2. Kita perlu membawa perlengkapan.

Ada orang yang jalan hidupnya susah gara-gara dia terlalu banyak membawa perlengkapan. Sekarang kalau naik pesawat Cathay Pasific , saya cuma di kasih bagasi 23Kg, dan itu hanya satu koper tidak boleh lebih. Dari manado sampai singapur saya cuma punya 2koper masing-masing 20kg . itu sebabnya tidak semua barang titipan bisa saya terima. Ini yang firman Tuhan katakan di dalam 2 timotius 2 ; 1-13 ( silahkan di buka alkitabnya dan di baca).  Ada 3 contoh kan, Yaitu :

  1. Prajurit.
  2. Olahragawan.
  3. Petani.

Coba lihat 3 orang ini , ketika mereka memulai pekerjaan itu , mereka tidak membawa  barang yang banyak. Saya suka nonton film yang prajurit yang sedang latihan, dia cm membawa 1 ransel , secukupnya. Yang penting dia bawa pisau,kenapa?. Kalau dia di kirim ke hutan dan makananya habis,dengan pisau itu dia bisa berburu. Beberapa jemaat di sini mantan pemain voli buruh migran singapur, sekarang sudah bertobat. Dulu tiap minggu kerjanya cuma main voli. Sekarang kerjanya sudah cari Tuhan. Coba kalau kalian main voli, kemudian seperti orang pakai baju kayak ke kondangan. Pakai sanggul dan kebaya, tidak bisa bukan ?. Kalau pemain voli cuma pakai baju kaus dan seadanya , supaya leluasa untuk menghantam bolanya. Lalu kalau dia petani pergi kesawah dia bawa apa ?. bawa cangkul , tidak lebih kan bawaannya. Coba kalau petani itu ke sawah bawah hp, itu artinya dia mau selfie. Perjalanan ini ringan, kalau kita tahu bagaimana cara kita membawa barang. Di dunia ini anak Tuhan tidak sampai pada perjalanan yang baik, itu karena terlalu banyak keinginan. Barangkali ada di antara kita yang karena terlalu banyak keinginan, akhir bulan dan awal bulan sama, sama-sama tidak ada uang. Tetangga punya ini dia juga ingin, dll. Facebook ini baik , tetapi bisa jadi ajang kompetisi. Akibatnya keinginan-keinginan ini membuat kita tidak fokus kepada Tuhan. Cukup , simple dan hidup sederhana adalah cara yang bahagia menuju sebuah perjalanan. Saya bersyukur istri saya sederhana. Ketika ke gereja hanya simple saja, ketika datang gereja tidak terlambat.

3. Memerlukan saudara seiman. ( Ibrani 10 ; 25).

Saudara , kalau kita sendirian, kita bisa di hantam oleh musuh. Tuhan ciptakan adam dan hawa. Tapi waktu hawa di goda itu, dia sedang sendirian. Pikirannya sedang kosong dan datang sih penggoda. Tetapi seandainya dia bersama adam selalu, maka dia akan menjadi kuat. Bapa dan ibu berjalan bersama-sama. Sekarang pertanyaan saya, Siapa teman seperjuanganmu?. Banyak dari kita yang cari teman yang mengerti diri kita. Tapi bukan cari teman yang bisa mengarahkan kita. Alkitab dengan jelas berkata , perlu teman seperjuangan. ibrani 10;25 ada kata SALING. Siapa temanmu yang SALING Menguatkan ?. SALING MENGUATKAN ITU PENTING. Karena itulah yang membuat kita bisa sampai tujuan.

4. Kita sering lupa , kalau Tuhan memberikan kita senjata. ( efesus 6; 10-20).

ketika saya turun kebawa , saya sempat foto lukisan prajurit lengkap dengan perisainya. Kita anak Tuhan harus ingat, kita punya senjata dan perisai. Jangan sedikit-sedikit jiut. Kita ini bukan balon jepang, kena sedikit rumput langsung meletus. Kita ini bukan kelompok sumbu pendek. Tersinggung sedikit langsung, jebret/dor. Tuhan memberikan kepada kita senjata , perlengkapan. Saya belum pernah melihat orang manado mau membuat kopra , lalu kelapanya di gigit. Mereka mengunakan parang, dan parang itu tiap hari di asah dan di pakai, di asah lagi dan di pakai setiap harinya. KIta Punya senjata atau tidak ?. Kita punya yaitu ; Firman Tuhan , Iman , kebenaran , keadilan. Dalam perjalanan mengikuti Tuhan Yesus, ada banyak penggoda-penggoda. Ada banyak serangan-serangan. Ada banyak pikiran-pikiran yang jahat. Dan ini semua bisa kita kalahkan kalau kita mengingat efesus 6; 10-20.

Contoh ; Serangan iblis apa yang sering masuk dalam pikiran dan hatimu ?. itulah Iri hati. Ketika itu masuk , yang harus kita pakai untuk melawan yaitu Firman Tuhan. Iri hati sering kali merusak perjalanan iman kita. Benar-benar merusak saudara. Saya sebagai pria, juga punya iri-iri seperti ini. Dulu ketika menjadi mahasiswa teologi . Wah, kalau lihat teman seangkatan di undang untuk berkhotbah, rasanya kapan giliran saya. Sekarang saya tidak mau di undang khotbah , karena saya bertemu jemaat saya cuma 52x dalam setahun. Kalau saya pergi tinggalkan mereka , saya merasa bersalah, kecuali saya ke singapur atau mision trip. Dulu saya melihat kapan saya bisa berkhotbah di depan ribuan orang. Tetapi kemudian Tuhan tempatkan saya , melayani di buruh migran. Pertama kali nama persekutuan kita namanya FEBE. Saya bilang ini terlalu feminis , saya mau pake febrianto biar ada nama laki-lakinya begitu. Lalu kemudian Tuhan taruh lagi, Tidak. Kamu di percayakan untuk ini, kamu harus kerjakan ini dengan baik-baik . Sekarang saya bersyukur menjadi pendeta yang melayani kaum wanita. Di seluruh dunia saya ini ahli wanita . Lebih ahli dari wanita kenal wanita . Karena di rumah saya sekarang punya 4 wanita (istri,anak,mantu dan cucu). Dan punya 5 saudari wanita, juga ibu dan mertua. Saya tahu kalau wanita berkumpul suaranya lebih kencang dari dangdutan. Sekarang saya mengerti wanita . Rasa bersyukur ini karena saya punya iman. Melayani di mana saja , yang terpenting melayani untuk Tuhan. Iblis itu menyerah pikiran kita saudara. Kalau kita berjalan menang, kita harus mempunyai senjata. Senjata kita itu adalah iman. Iman itu bertumbuh dari Firman Tuhan. Jangan setiap hari buka Hp,  tapi tidak buka alkitab yang ada di dalam hp kita. Pikiran kita itu terkena pikiran dunia. Kita harus mengisi pikiran kita dengan firma. untuk itu setiap hari bapak kirim ayat firman , agar tiap hari kita baca . Ada sesuatu yang kita masukkan. ini ada 4 point  Saudara.

  1. Berjalan di dalam Yesus.
  2. Kita harus seperti, Prajurit,olahragawan dan petani.
  3. KIta harus punya teman.
  4. Kita selalu punya senjata.

Akhir dari perjalanan ini pasti sukses. Kenapa saya mengatakan bisa sukses , karena Allah turut bekerja . Artinya Allah tidak membiarkan kita berjalan sendiri. Tetapi Allah berjalan bersama dengan kita.  AMIN saudara,,….

Hiup ini adalah sebuah perjalanan. Perjalanan menuju apa yang Tuhan mau . Saya sudah berikat syaratnya. Saya berdoa supaya kita semua tiba denga selamat di tempat yang Tuhan inginkan.  AMIN.

TUHAN YESUS MEMBERKATI.