MEMBANGUN MEZBAH BAGI TUHAN

EZRA 3:2

Minggu, 05 Januari 2020

Pdt. Dr. Selamet Yahya Hakim

 

Tahun kemarin/lalu telah kita lalui, diawal tahun kita mengikuti kebaktian GMIM dengan tema “Allah tempat perteduhan” diujung khotbah saya menarik kesimpulan bahwa “kita harus merebut waktu dan mendirikan mezbah” artinya disepanjang 2020 kita ingin merebut waktu dan mendirikan mezbah, apa yang dimaksud dengan mezbah yang ingin kita bangun tersebut? Jangan sampai kita punya konsep yang salah tentang mezbah;

  1. Mezbah adalah tempat persembahan korban, kalau kita baca dalam perjanjian lama dan buka kamus, mezbah itu tempat membakar korban, tapi mezbah itu juga sebagai batu peringatan, jadi orang-orang tertentu berjumpa dengan Tuhan mereka mendirikan mezbah, menjadi sebagai batu peringatan, kalau orang sekarang foto di upload di Facebook, kalau orang jaman dulu tidak bisa difoto, jadi jika dia punya pengalaman dengan Tuhan dia bangun mezbah jadi saat dia jalan kesana kemari dia ingat itu tempat berjumpa dengan Tuhan. Bayangkan kalau kita sekarang berjumpa dengan Yesus kita pasti upload di Facebook dan lain kali saat kita buka untuk mengingatkan waktu itu berjumpa dengan Yesus, cerita bagus kita simpan, cerita buruk jangan dikunyah-kunyah. Cerita Yesus memberkati kita dalam sukacita, juga dalam banyak masalah Tuhan hadir, itu yang harus diingat.
  2. Mezbah itu tempat umat mempersembahkan syukur. Zaman Perjanjian Lama (PL) tempat membangun mezbah Allah memberi aturannya , mezbah itu terdiri dari tumpukan tanah jadi Tuhan tidak terima dari batu pahatan, Tuhan terima itu setumpuk tanah yang disusun, dia tidak boleh dipahat, mengapa?
  3. Lebih penting isinya (niat, ketulusan, dan apa yang dipersembahkan dalam kemurnian hati) daripada mezbahnya, agar jangan sampai ingat mezbahnya namun lupa Tuhannya.
  4. (maaf) Pada zaman dulu orang-orang tidak pakai celana dalam akibatnya batu-batu itu dilangkahi oleh aurat manusia, sedangkan mezbah itu dipakai untuk mempersembahkan kurban kepada Tuhan, artologi membuktikan mezbah orang israel pendek-pendek (rendah), sedangkan bagi yang non israel bagus-bagus diukir, sedangkan punya orang Israel hanya ditumpuk-tumpuk diatas 12 batu (1 Raja-Raja 18:30-31), bukan dipahat.

Ada berapa banyak korban yang dibawa ke mezbah Tuhan?

EZRA 3:2b mereka mendirikan mezbah dan korban bakaran jadi mereka ini umat israel yang dibuang setelah dibuang mereka balik lagi hal pertama yang mereka lakukan “membangun mezbah” 70 thn hidup di negeri Babel dan Persia, selama 70 tahun sistem ibadah mereka terganggu, sistem mereka balik lagi setelah mereka kembali ke Yerusalem, dimana imam besar memimpin ibadah pertama-tama membangun mezbah dan korban pertamanya adalah korban bakaran.

korban bakaran adalah korban yang menggantikan manusia yang seharusnya mati karena dosa jadi korban bakaran itu diberikan adalah awal dari korban yang lain karena melalui korban bakaran yang seharusnya kita mati tapi diganti oleh korban tersebut karena itu relasi manusia dengan Allah terbuka, baru setelah itu diikuti dengan korban-korban yang lain jadi kalau korban ini tidak diberikan maka korban-korban yang lain tidak berguna dan di bait suci korban bakaran ini 24 jam diberikan pagi dan petang terus menerus diberikan.

Korban sajian itu apa ya? Saya dapat rejeki  dan kita memberi, itu namanya korban sajian .

  • Korban keselamatan, semacam kehidupan ada mara bahaya ini itu dan lain sebagainya, lalu Tuhan murka maka saya beri korban keselamatan.
  • korban penebus dosa dengan korban penebus salah ini hampir sama, membuat dosa sengaja atau tidak sengaja itu ada aturannya tetapi korban-korban ini diberikan setelah yang pertama yaitu korban bakaran, yang pertama itu korban bakaran lalu diikuti oleh korban-korban yang lainnya, tempat mereka memberi korban ini disebut Mezbah.

Biasanya dipimpin oleh imam, kalau tidak ada imam besar maka imam-imam yang lain atau bisa juga yang disebut suku Lewi yang dikhususkan untuk memimpin, ini di PL. Ada 1 hal yang perlu diingat bahwa dari semua korban ini fungsi utama alat untuk mendekatkan diri dengan Allah. Murka Allah harus ditutupi dulu dengan korban lalu manusia berdosa boleh mendekatkan diri dengan Allah. Bola murka Allah belum tertutupi dengan korban maka manusia belum bisa mendekatkan diri kepada Allah, karna Allah itu kudus dan dosa itu kekejian maka untuk menutupi dosa diberikan korban. Saat korban diberikan maka terbukalah jalan sehingga manusia bisa mendekatkan diri ke Tuhan. Korban ini bukan sogokan. Kalau saya beri korban itu bukan sogokin Tuhan, bukan! Saya memberi korban karena saya tau saya tidak layak dihadapan Tuhan, bukan saya kasih babi panggang berkatnya banyak, saya kasih ayam rebus berkatnya sedikit, di PL Tuhan melihat hati bukan persembahan, sebab hati yang bertobat pasti memberikan yang terbaik, pemberian yang terbaik belum tentu hati yang bertobat.

Dalam Perjanjian Baru (PB) setelah kematian dan kebangkitan Tuhan Yesus umat tidak lagi perlu memberikan korban bakaran, mengapa? Karena sudah dilunasi oleh Tuhan Yesus dengan kematian-Nya di kayu salib.

Ibrani 9:11-15

Luar biasa ! Dengan darah Tuhan Yesus, kalau di PB tidak ada lagi korban bakaran, lalu apa yang dimaksud dengan membangun mezbah? Korbannya tidak perlu lagi tetapi ada sesuatu yang kita bawa kehadapan Tuhan itu perlu, apa itu? Yaitu 1. ucapan syukur, 2. permohonan, dan 3. pelayanan kepada Tuhan. itu yang kita bawa ke mezbah Tuhan.

Kristus telah mengorbanan hidup-Nya sehingga terbuka jalan untuk datang kepada Tuhan jadi sebelum kita melakukan 3 mezbah yang kita sebut tadi, jalan ini sudah dibuka. Apa engkau mau melewati jalan ini? supaya lebih dekat kepada Tuhan, mana lebih dulu? Masuk ke hadirat Tuhan atau membangun mezbah dulu?

Masuk dulu kan karena korban sudah disediakan, mau tidak kita masuk? Itulah sebabnya umat PB ada 5 tahapan;

  1. dia percaya ada jalan lalu masuk
  2. dia tinggal.
  3. dia mulai mengenal Allah
  4. dia serupa dengan Allah
  5. lalu berbuat bagi Tuhan Yesus.

Ini tahapan sebelum kita memberikan persembahan di mezbah, Yesus berkata “tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu” kita tidak perlu lagi membangun mezbah tapi kota masuk ke mezbah yang sudah didirikan Tuhan Yesus, ada rasa sedih jika kita tidak tinggal di dalam Tuhan setelah kita tinggal di dalam Tuhan, menjadi serupa dengan Tuhan maka kita memikirkan apa yang menyenangkan bagi Tuhan?

Persembahan-persembahan yang kita bawa ke mezbah Tuhan, mezbah Tuhan telah dibuka melalui Tuhan Yesus. Tugas kita masuk dan tinggal dijalan yang Tuhan sudah berikan setelah itu kita pikirkan persembahan-persembahan apa yang harus kita bawa kepada Tuhan? Persembahan yang datang dari hati. Bila kita tinggal di dalam Tuhan pasti kita mengalami betapa indahnya dan baiknya hidup di dalam Tuhan itu.

Maka 2020 ini kita menikmati dan tinggal di dalam Tuhan, singkirkan semua penghalang-penghalang yang membuat kita tidak bisa tinggal di dalam Tuhan, penghalang-penghalang itu sebenarnya ada di dalam hati kita. Saat kita menutup mata muncul pikiran-pikiran “muka dia jelek, orangnya sok tahu, pesolek dia (padahal dirinya lebih lagi), ini itu dan lain sebagainya”

Kalau kita mau bersihkan hati dan tinggal tenang di dalam Tuhan kita bisa mengenal Dia, menjadi serupa dengan Dia, dan kita dapat berbuah banyak, dari situ muncul banyak gagasan untuk memberikan yang terbaik bagi Tuhan, dan itu kita berikan secara suka rela dan alami, tanpa paksaan.