TENTANG KERAJAAN ALLAH seri II

” TENTANG KERAJAAN ALLAH” 

Seri 2

Minggu, 19 juni 2022

PF ; Pdt . Dr . Selamet Yahya Hakim

 

Shalom saudaraku, Selamat datang di SPIN.

Hari ini kita akan membahas TENTANG KERAJAAN ALLAH seri kedua.

1. Kerajaan Allah itu adalah Konsep Rohani. Ketika 40 hari sebelum Tuhan Yesus naik ke surga, Dia berbincang-bincang dengan murid-muridNya,( Kisah para rasul 1;3) , Dia berbicara tentang Kerajaan Allah. Kenapa Yesus berbicara tentang Kerajaan Allah ?. Karena Dia mau mengubah konsep/mindset dari pada murid-muridNya. Karena murid-muridNya berpikir Kerajaan Allah itu seperti yang ada pada waktu itu. Seperti kerajaan daud yang punya tentara, yang punya raja dan punya wilayah. Tetapi bukan itu yang Yesus maksud. Kerajaan yang Yesus maksud adalah ; TUHAN MEMERINTAH DALAM HIDUP MANUSIA. Kalau Tuhan mau memerintah dalam hidup manusia maka Kerajaan Allah itu berbicara tentang HATI YANG PERCAYA PADA TUHAN YESUS. jadi Tuhan Yesus tidak bicara tentang tanah tetapi tentang hati yang percaya pada Tuhan Yesus. Kalau hati percaya pada Tuhan Yesus maka seluruh hidupnya itu milik Tuhan . Ketika hati orang percaya pada Tuhan Yesus , maka dia serahkan segala-galanya. Itu yang raul paulus katakan ; ” Serahkanlah hidupmu sebagai persembahan yang hidup dan yang berkenan kepada Tuhan. Kalau kita bagian dari kerajaan Allah maka kita harus langsung berkata ; Ya, hidup saya adalah milik Tuhan. Maka lagu suka-sukaMu Tuhan itu betul, artinya hidup kita milik Tuhan, ya suka-sukanya Tuhan. Dan saya percaya suka-sukanya Tuhan tidak pernah menyusahkan hidup kita . Yang membuat hidup kita susah itu adalah suka-sukanya kita saja. Bagi orang yang pernah gagal gara-gara suka-suka sendiri,pasti tahu, betapa pahitnya hidup suka-suka sendiri. Sekarang kita harus beralih ke suka-sukanya Tuhan . waktu kita suka-sukanya Tuhan, sebenarnya kita sudah masuk dalam dinamika kerajaan Allah.

2. Saya perhatikan , apa sih yang Tuhan Yesus bicarakan selama 40 hari 40 malam ini ?. Tuhan Yesus berbicara tentang Penginjilan ” Karena itu pergilah , jadikanlah semua bangsa muridKu , dan baptislah mereka dalam Nama Bapa, dan Anak dan Roh Kudus “Matius 28;19). Tuhan Yesus berbicara tentang kerajaan Allah tetapi perintahNya adalah pergilag b’ritakan Injil. Maka kita yang sederhana membaca semua bagian ini , langsung berpikir, apa hubungan kerajaan Allah dengan penginjilan ?. Oh ternyata, lewat penginjilan ini , Dia mengisi hati manusia yang tadinya kosong dengan Yesus Kristus.

Penginjilan adalah cara untuk memperluas kerajaan Allah. Kalau orang dunia melakukan perluasan kerajaannya , dengan cara peperangan (contohnya di negara-negara yang sedang perang). akibatnya adalah tragedi. Setiap perluasan kerajaan yang di lakukan oleh manusia berakhir perang. Air mata , darah bercucuran dan terjadi hal yang baru, yang di sebut dengan perbudakan. Betapa susahnya daerah yang kalah dari perang, tidak punya apa-apa dan di perbudak . Nah, itu konsep manusia.

Kalau konsep Kerajaan Allah tidak demikian.  Yesus memperluas kerajaanNya dengan cara pemberitaan Injil. Pemberitaan Injil itu adalah merebut jiwa-jiwa yang tadinya dikuasai oleh setan dan iblis, supaya hatinya sekarang menjadi milik Tuhan. Tujuan dari pada perebutan itu adalah supaya orang tersebut mengalami pembebasan dan damai sejahtera. Itu sebabnya Dia katakan harus beritakan Injil. di tambah lagi konsep murid-murid pada waktu itu mungkin, Injil itu hanya untuk orang israel saja. Tetapi Tuhan Yesus berkata apa?: ” Karena itu pergilah ke seluruh bumi. artinya Injil itu dib’ritakan bukan hanya untuk orang israel tetapi ke seluruh bumi. Jadi hal kedua yang ingin Yesus katakan kepada murid-muridNya yaitu Beritakan Injil. 

Setelah percaya Tuhan Yesus , saat berdoa dan bersekutu bersama atau dimanapun kita berada di situ Tuhan Yesus hadir. itulah cara Tuhan. kita sebagai anak Tuhan mau tidak mau harus terlibat dalam pemberitaan Injil. Untuk itu kita harus tahu apakah Injil itu ? . Injil adalah Kabar Baik tentang Yesus Kristus. Kalau orang seb’rang berkata taurat di turunkan melalui musa, mazmur di turunkan melalui daud, dan Injil diturunkan melalui Yesus, BUKAN. Injil bukan diturunkan melalui Yesus tetapi Yesus adalah Injil itu sendiri. Kalau Injil diturunkan melalui Yesus berarti Yesus adalah alat untuk membawa injil, betul kan ?. Tapi Yesus bukan alat tetapi Yesus adalah kabar baik bagi semua manusia. 

1.Mengapa Yesus di sebut kabar baik ?. 

Sebab KehidupanNya Dia serahkan sebagai korban untuk menebus orang yang berdosa.  KebangkitanNya menunjukkan maut sudah  dikalahkan. Jadi pada saat kita melihat Yesus, saat itulah kita melihat ada Kabar Baik ,ada Pengharapan. Maka tidak heran berulang-ulang kali ketika Yesus bertemu dengan murid-muridnya dia berkata ; ” Damai sejahtera bagimu”. Inilah yang membedakan. Jadi ketika kita berbicara tentang memb’ritakan Injil, kita harus memb’ritakan tentang Yesus.

  • Siapakah Yesus ?.
  • Apa yang Yesus lakukan ?.
  • Apa bukti yang Yesus lakukan ?.  
  • ( Itulah kesaksian hidup kita ). 

Ketika kita memb’ritakan Injil , prodak yang kita tawarkan adalah injil. Apa jadinya jika hidup kita sebentar-sebentar mengeluh, masih ada kepahitan,wajah tidak berseri/bersinar,dll. Saya tidak bicara soal make up, tetapi bicara soal Kemurnian yang terpancar keluar. Bukan berminyak tetapi Bersinar. Ini adalah bukti Injil itu menguasai hidup kita. Itu sebabnya terkadang saya suka reuni , mereka melihat dan bertanya kenapa muka saya bersinar ?. Saya berkata : Haleluya, Ada Tuhan Yesus. Saudara itulah Injil.

2.Mengapa manusia butuh Injil ?.

“Upah dosa ialah maut” . Ketika manusia itu berbuat dosa, dia berada dalam kuasa maut. Rasul paulus menggambarkan seperti, “aku tahu apa yang baik dan apa yang tidak baik. aku harus melakukan yang baik dan tidak melakukan yang tidak baik. Tetapi justru terbalik., aku tahu yang baik tetapi tidak aku lakukan dan aku tahu itu tidak baik tetapi aku lakukan. Orang yang seperti ini adalah orang yang terbelenggu ( antara sadar dan tidak sadar). sampai rasul paulus berkata ; siapa yang dapat membebaskan aku ini , tubuh yang celaka ini,kemudian dia berkata ; “Syukur kepada Tuhan. Pada saat Yesus mati di kayu salib, sebenarnya Dia sedang mematikan kuasa dosa yang mengikat diri manusia, itulah yang di sebut dengan tuduhan-tuduhan, kuasa-kuasa, cercaan dari si iblis tadi.  Dan semua itu dipotong, diputuskan di dalam Nama Tuhan Yesus . Strategi yang di pakai oleh iblis untuk mengikat diri manusia adalah Kamu tidak cukup baik. Itu satu saja.

Saya perhatikan banyak orang yang mundur dari pelayanan hanya karena dia merasa dirinya tidak cukup baik. Dan saya bertanya , Kapan waktunya kamu cukup baik?. Pelayanan itu bukan berbicara tidak cukup baik atau sudah cukup baik. Pelayanan itu adalah Penyerahan hidup kita kepada Tuhan . ” ini aku Tuhan , aku serahkan hidupku”.  Iblis menyerang dengan kata AKU TIDAK CUKUP BAIK. Supaya kaki kita tetap terikat dengan iblis . Inilah strategi iblis. Tetapi Kasih Tuhan kepada kita, bukan bicara soal kamu baik atau tidak baik. Tetapi Dia mau menyatakan KASIHNya kepada kita. ( Contoh dalam aklitab seperti anak bungsu).

  • Itulah TUHAN YESUS
  • Itulah KABAR BAIK. 

Orang yang efektif memberitakan kabar baik itu adalah orang yang pernah diterima oleh Tuhan. Yaitu saudara dan saya. Untuk itu kitlah pribadi yang tepat untuk memberitakan injil . Itulah yang kita bawa dimanapun kita berada . Itulah cara memperluas kerajaan Allah. 

Saya perhatikan ada 3 tahap :

  1. Orang yang percaya namanya PENDAFTARAN
  2. Orang yang sudah di baptis namanya UPACARA
  3. Orang yang sudah menjadi murid Tuhan namanya HIDUP SESUAI KEHENDAK TUHAN.

Alkitab berkata ; kita harus BERITAKAN lalu DIBAPTIS dan AJARKAN mereka melakukan. Ini perintah Tuhan Yesus kepada murid-muridNya. Maka itu di gereja ada Pengajaran. Gereja itu tidak hanya berbicara tentang percaya Yesus dan selamat. Tetapi gereja harus melanjutkan denga topik “Bagaimana kehidupan orang yang sudah percaya Yesus ?.” Kalau berita tentang percaya Yesus,Selamat itu satu kali. Tetapi kalau berita bagaimana kita hidup sebagai orang percaya itu seumur hidup. Maka seumur hidup kita dengarkan khotbah. karena ketika kita mendengarkan khotbah ada saja yang perlu kita perbaiki/perbaharui dalam hidup kita. Ketika kita mendengarkan khotbah jangan pernah berkata Pendeta menyindir kita. Jangan ada pikiran seperti itu. Saya sebagai hamba Tuhan , tidak mungkin mengajarkan yang tidak baik. Saya sebagai Hamba Tuhan harus memb’ritakan Firman. Apa yang Tuhan Yesus berikan ,itu yang di ajarkan. Karena Alkitab berkata : Ajarlah mereka melakukan apa yang Aku ajarkan kepadamu. Murid-murid di ajar Tuhan Yesus selama 3 tahun dan apa yang di dapat itu yang di ajarkan. Garis besar yang Tuhan Yesus ajarkan hanya 2 ;

  1. Mengasihi Tuhan (Memprioritaskan Tuhan di atas segala-galanya).
  2. Mengasihi sesama ( Peduli dengan sesama).
  • Kerajaan Allah bisa di perluas bukan karena umatNya kaya, tetapi karena umatNya cinta Tuhan.
  • Umat yang cinta Tuhan itu pasti cinta sesama .

Kasih kepada Tuhan dan Kasih kepada sesama. untuk itu marilah kita melayani Tuhan karena cinta Tuhan bukan karena Ability/kemampuan ataupun karena persaingan . Dan orang yang mengasihi Tuhan pasti di Pakai  oleh Tuhan . Itu luar biasa. Amin.

Tuhan Yesus Memberkati.