MARI, RENDAHKAN HATIMU BAGI TUHAN

Mari, Rendahkan Hatimu Bagi Tuhan

Yesaya 7:1-11

SPIN, Khotbah Minggu 28 July, 2019

Pemberita Firman: Pdt. Dr. Selamet Yahya Hakim

Ayat 1, 2 : pada zaman ahas bin yotam (bapaknya) bin uzia (kakenya) , raja uzia itu kakeknya Ahas adalah seorg raja yg hebat, ia memerintah 50 tahun lebih pada zaman kakeknya menjadi raja kerajaannya kuat, militernya kuat, pertaniannya juga kuat, semua kerajaan pada zaman itu dapat ukur dari kekuatan militer dan pertaniannya, berarti negara itu makmur (kemakmuran), dan sekarang kakeknya sudah mati, bapaknya sudah mati, dan tinggallah raja Ahas ini, dan Ahas mempunyai masalah, dikatakan pada saat ia memerintah ada 2 kerajaan:

1. Raja Rezin raja orang Aram
2. Pekah bin Remalya raja orang Israel

Pada zaman itu terbagi menjadi 2, yaitu suku yang disebut Yehuda dan 10 suku disebut Israel, nah 10 suku ini bergabung dgn raja yg lain ingin menyerang Yerusalem, Yerusalem itu adalah pusat kota kalo sudah masuk kepusat kota berarti musuh sudah dekat.

Musuh adalah masalah untuk mereka, Alkitab berkata setelah diberitahukan kepada keluarga raja Aram telah berkemah diwilayah efraim maka hati Ahas dan rakyat gemetar ketakutan seperti pohon2 bergoyang ditiup angin itu berarti masalahnya besar sekali, musuh sudah mendekat, menara penjagaan atau tembok kota dihancurkan maka musuh masuk. Kalau musuh masuk hanya tinggal 2 pilihan

a. Mati
b. Jadi Budak.

Itu berarti masalah besar, masalah besar itu relatif, misal: dipecat majikan, kalau suaminya diambil orang, badan sakit, itu bisa jadi masalah besar, lalu masalah besarmu apa?
Apakah masalah besarmu membuatmu goyang seperti pohon? Tuhan tidak pernah melupakan engkau. Ayat 3,4 : apa yang bisa dilakukan dengan 2 potong kayu api? putung kayu api itu tinggal tunggu mati, berarti musuh d mata Tuhan itu seperti putung kayu api tinggal tunggu mati, disini kita melihat masalah bukan masalah kalo kita melihat d persepektif Tuhan, kalau kita tidak melihat dari kacamata Tuhan maka semua itu bisa menjadi masalah, tergantung dari kita sekarang…
apa yang disuruh Tuhan untuk diperbuat pada raja Ahas?

Ayat 7-11 : yg Tuhan mau Ahas minta tanda , minta tanda itu adalah minta mukjizat bahwa hari ini tidak akan terjadi, apa sih inti sikap hati dari orang yang meminta? kalo sampai Tuhan menyuruh untk meminta berarti

  1. Tuhan ingin Ahas merendahkan hati dan ini yang tidak dimiliki oleh Ahas
  2. Yang namanya minta itu harus menaruh percaya bahwa yang diminta itu pasti memberi dan mampu memberikan apa yang ia katakan. Tetapi Ahas tidak datag kepada Tuhan tapi datang pada raja yang lain.

2 raja2 16:7-11

a. “aku ini hambamu dan anakmu”
Ia menyakiti hati Tuhan menyebut dirinya hamba dan anak pada raja di zaman itu. Pada zaman itu raja punya dewa sendiri kalo Asyur juga punya dewanya sendiri, Ahas menyembah pada dewa yg sama.

b. “slamatkanlah aku dari raja Aram”
Dan dari tangan raja Israel yang telah bangkit menyerang aku. Yang dapat menyelamatkan Ahas itu hanya Tuhan bukan raja2 Asyur.
Berapa banyak kita yang sama seperti Ahas? Nasehat teman gereja tidak didengar tetapi nasehat sampah diluar diikuti, bukan Tuhan tidak mau menolong tapi hati kita yang menolak pertolongan dari Tuhan.

Ayat 8-11: barang kepunyaan Tuhan tidak dia tambah malah mengurangi, kalo mezbah itu dijiplak dan dibawa pulang akhirnya penyembahan kepada dewa Asyur bukan pada Tuhan, Ahas berpikir masalahnya sudah selesai memang mati 2 raja itu tapi sekarang dibawah kuasa Asyur.

Pada zaman Hizkia menjadi raja Yerusalem dikepung oleh Sanhendrik dalam tahun ke 14 pada zaman raja Hizkia, majulah Sanhendrik raja Asyur menyerang segala kota berkubu negeri yehuda lalu merebutnya, hari itu kakek moyangnya menolong Ahas lalu Sanhendrik cucunya meyerang kota Yerusalem , adakah kebahagiaan yang didapat Ahas? Itu yang membuat Yesaya marah kepadd Ahas dan akhirnya Tuhan terpaksa memalingkan mukaNya lalu berkata ” Aku relakan mereka dibuang 70 tahun”.
Sebelum engkau dibuang oleh Tuhan maka ikuti apa kata Tuhan sebab dimata Tuhan musuh yang besar yang membuat goyah cuma puntung kayu api yang tinggal tunggu mati, dan didalam Tuhan kita bisa melakukan perkara2 yang besar.