BERGUMUL DENGAN PENDERITAAN

Bergumul Dengan Penderitaan

 

Ibadah Minggu 05 Mei, 2019

Pastor Dr. Craig Ott

(From Trinity Evangelical Divinity Seminary)

 

  1. Dapatkah Tuhan menerima saya?
  2. Dapatkah hidup saya memberi warna yang berbeda?

Banyak orang mengalami penolakan dalam hidupnya. Seperti ditolak ayah (keluarga). Lalu kita berusaha agar diterima Tuhan dengan bekerja untuk Tuhan. Dengan cara berpuasa dengan harapan Tuhan mau menerima kita.

Adaa pula orang berpikir dengan memberi Tuhan uang yang banyak, Tuhan mau menerima kita, berdoa sehari 5 sampai 6 kali. Namun kita tahu, setiap harinya usaha-usaha kita rasa tidak pernah cukup dan sering kali bertanya “bagaimana agar hidup kita memberi warna/dampak?”.

  • Sayakan orang biasa saja
  • Tidak adaa orang yang memakai nama saya untuk nama jalan
  • Nama saya tak adaa di Hollywood
  • Tidak pernah diundang untuk bertemu Presiden

   Akhirnya kita mengambil kesimpulan

  • Hidup saya tidak berarti
  • Tuhan tidak trima saya
  • Saya bukan orang penting untuk masyarakat

 

Kisah Para Rasul 8: 26 – 40

Sebuah Kisah/Peristiwa Yang Tidak Biasa

Dipaparkan bahwa dengan kuasa Tuhan para rasul meceritakan / mengabarkan Injil. Dimana seorang sida-sida (sida-sida ini adalah seorang pembesar dan kepala perbendaharaan Sri Kandake, ratu negeri Etiopi dari Etiopia, dia mempunyai peran yang penting, dia orang yang takut Tuhan) dia juga mempunyai pertanyaan yang sama seperti d atas, “apakah saya cukup berarti?” Dalam perjalanan pulang, ia membaca kitab Yesaya.

  • Ini adalah sesuatu yang tidak biasa, karena pada zaman abad pertama jarang orang punya kopian buku/gulungan/dokumen sendiri, kemungkinan dia orang kaya punya Alkitab sendiri.
  • Sida-sida, adalah Laki-laki yang dikebiri. Raja-raja dan kalangan istana menganggap mereka sebagai pelayan yang cocok untuk penjaga harem raja. Dalam PB sida-sida Etiopia yang lain dibaptiskan oleh Filipus (Kis. 8:38). Yesus berkata bahwa beberapa orang dapat menjadi sida-sida demi Kerajaan Allah (Mat. 19:12), artinya mungkin mereka terpanggil melakukan selibat (hidup yang mengkhususkan diri untuk tujuan suci (untuk Tuhan).
  • walaupun dia punya kedudukan tinggi dipemerintahan tetapi kondisi badannya ditolak oleh masyarakat, pada zaman itu sida-sida tidak dihitung sebagai laki-laki atau perempuan, dan dalam hukum Musa, seorang sida-sida tidak boleh datang ke bait Allah, seorang imam juga tidak boleh ada bagian tubuhnya yang dipotong.

Sida-sida ini berjalan jauh dari Etiopia, ratusan kilometer untuk beribadah di Yerusalem. Dia mau bertemu dengan Tuhan agar mencari kepuasan/kelegaan batiniah dalam hidupnya. Dia rela melalui perjalanan yang sangat jauh demi bertemu Tuhan, sebagai tujuan hidupnya.

Akhirnya dia sampai juga dirumah Tuhan, melihat keindahan bait Allah. Ketika dia mau masuk ke pintu gerbang, dan dia mau sembahyang, tetapi penjaga bilang “STOP! Kamu tidak boleh karena tidak layak untuk memasuki Bait Allah”. Bisa dibayangkan dia sudah berjalan sangat jauh, tetapi tidak boleh masuk

  • Tidak layak untuk beribadah
  • Lihat siapa kamu? tubuhmu sudah hancur/cacad
  • Sida-sida adalah orang yang dipandang sebelah mata
  • Dimanapun mereka berada, dirasakan mereka adaaya penolakan

Sida-sida itu adalah orang yang tidak berguna, dianggap sebagai sampah yang harus dibuang” Pernahkah kalian merasa ditolak? Orang mengusir? Ya seorang sida-sida mengalami seperti itu!

Bahkan dikota roma yang bertoleransi, orang seperti sida-sida tidak boleh masuk ke kuil-kuil penyembahan berhala, tidak boleh masuk dipertemuan masyarakat.

Seorang penulis yang menulis “jika kamu bertemu sida-sida itu, maka itu hari kesialanmu, akan menjadai hari yang buruk untukmu”. inilah kehidupan sida-sida, walaupun dia punya posisi yang penting bagi ratu, begitu dia keluar dari istana ia menjadi orang yang ditolak. Banyak orang yang menolak kita karena warna kulit, negara, bahasa, baju yang kita pakai, karena cacat tubuh, sakit yang kita alami, atau tidak bisa bersosial dengan baik, banyak sekali cara-cara orang ditolak dan membuat hidupnya tidak berharga.

 

-dan sida-sida itupun pulang karena tidak boleh beribadah, tapi dia masih baca kitab Yesaya. Dalam Kisah Para Rasul 8 ayat ke 26 tersebut, menyaksikan, bahwa Tuhan tetap punya rencana yang indah buat dia, malaikat bertemu dengan Filipus, lalu menyuruh Filipus pergi ke tempat sepi, ke jalanan yang sepi, Filipus itu adalah seorang penginjil yang top, dan seharusnya dia pergi ke masyarakat yang banyak bukan pergi ke tempat yang sepi. Sepertinya buang-buang waktu, namun rencana Tuhan bukanlah rencana manusia.

Lalu sampailah Filipus ditempat yang sepi itu, lalu datanglah kereta berkuda, lalu ada orang yang baca kitab Yesaya, lalu Roh Kudus menyuruh Filipus bicara dengan sida-sida itu, dia sedang baca pada bagian Yesus adalah Mesias, bukan kebetulan toh?!

Filipuspun bertanya pada sida-sidan tersebut, ” “Mengertikah tuan apa yang tuan baca itu?” Jawabnya “Aku tidak mengerti”. Lalu Filipuspun berkata “Bacaan itu tentang Yesus yang menjadi domba dimana hidup-Nya diambil dan menjadi korban sembelihan penghapusan dosa-dosa manusia.”

(untuk itulah Tuhan memimpin Filipus ketempat ini)

Filipus bercerita tentang Yesus “tidak lama yang lalu Yesus datang ke dunia”. Nubuatan ini sudh digenapi. Kabar baik Allah sudah membiarkan AnakNya untuk menyelamatkan dunia. Bukankah Allah merangkai semua ini untuk menyampaikan injil kepada sida-sida. Untuk sida-sida inipun Tuhan telah merancang keselamatan baginya.

 

Allah Adalah Pemegang Kendali Hidup

  • Tidak ada yang kebetulan
  • Tidak ada celaka! semua itu rencana Tuhan
  • Allah dapat merangkai kepingan sekecil apapun didalam hidupmu
  • Melalui dirimu, orang bisa bertemu Yesus
  • Kalau kita orang menjadi Kristen itu bukan sebuah kebetulan

Allah bisa pakai orang lain untuk bercerita tentang Tuhan Yesus, jika kita bukan Kristen bukanlah suatu akhir dari segala-galanya namun melalui orang-orang percaya lainnya Tuhan dapat pertemukan kita. Semua itu masih dalam kendali Allah.

 

Filipus bercerita tentang Yesus kepada sida-sida, kemudian mereka melihat ada air (padahal dipadang pasir). Kita pikir, mana ada air dipadang pasir? Tetapi Allah tahu setelah kisah ini, berlanjutlah pada Baptisan, dimana sida-sida tersebut percaya dan mau mengikut Yesus

  • Menjadi pengikut Yesus harus di Baptis. Masalahnya dia adalah sida-sida, apakah Allah menerima sida-sida? Dia bertanya kepada Filipus, “apakah ada syarat lain untuk saya dapat dibaptis?

Dia menanyakan itu dengan sangat karena takut ditolak, dan Filipus berkata “saratnya adalah percaya kepada Tuhan Yesus!” hanya itu saja.

  • Tidak masalah orang menolak kamu
  • Tidak masalah orang berkata kamu tidak berguna
  • Tidak masalah jika Ayahmu tidak menganggapmu

Allah menerima engkau, jika kamu berkata “YA” kepada Tuhan Yesus.

 

Bagaimana Bisa?

  • Saya berdosa
  • Bukan orang baik-baik

 

TUHAN tau!

  • Itulah sebabnya Tuhan mati di kayu salib
  • Darah Yesus membersihkan dosa kita
  • kita tidak pernah bisa cukup baik hadapan Tuhan, dan kita tidak harus seperti itu, karena Anak Allah sudah membersihkan kita dari dosa, karena Anak-Nya kita bisa menjadi anak-anak Allah lagi 🖤